Inspirasi dari Profesi yang Kerap Dianggap Remeh, Tukang Sayur Keliling

Inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Termasuk dari sumber yang tidak terduga atau malah kerap dianggap remeh seperti halnya tukang sayur keliling. Seorang wanita muda bernama Bunga mencoba menjalankan usaha sendiri menjadi tukang sayur dengan modal pinjaman teman dan ketekunan bangun pagi untuk berbelanja.

Dari percakapan singkat bersama Bunga, siapa sangka bisa diambil banyak inspirasi baik tentang kehidupan atau dunia usaha yang mungkin tidak bisa didapatkan di bangku perkuliahan. Berikut beberapa poin yang sekiranya menginspirasi terutama bagi Anda yang ingin segera memiliki usaha sendiri:

Inspirasi dari Profesi yang Kerap Dianggap Remeh, Tukang Sayur Keliling

1. Harus Terus Belajar, Bekerja, dan Berusaha Selama Hidup

Inspirasi pertama yang bisa dipetik yakni tentang semangat kerja keras dan tekad terus belajar. Bunga sang tukang sayur bercerita bahwa dirinya berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi pas-pasan. Meskipun demikian Bunga memberanikan diri ke Jakarta dengan harapan bisa hidup lebih baik.

Tahun pertama Bunga tinggal di Jakarta sebagai tukang cuci pakaian harian. Pendapatannya waktu itu habis seperlu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selanjutnya Bunga menjadi PRT (pembantu rumah tangga) di kompleks perumahan. Pekerjaan sebagai PRT membuatnya kenal dengan banyak orang dan salah satunya ibu tukang sayur yang diakui menjadi gurunya.

Akhirnya Bunga memutuskan berhenti setelah 2 tahun menjadi PRT. Saat itulah Bunga mencoba berjualan sayuran di komplek perumahan. Di awal Bunga tidak mendapat hasil penjualan bagus. Bahkan Bunga sering menjual murah. Namun, hal tersebut tidak memuatnya menyerah.

2. Komunikasi dengan Pelanggan Itu Penting

Menjadi tukang sayur mengharuskan Bunga berinterkasi dengan banyak pelanggan. Tentu tidak semuanya PRT. Karena menyadari komunikasi dengan pelanggan itu penting, maka harus disesuaikan dengan siapa yang menjadi pelanggannya.

Bila yang berbelanja merupakan PRT biasanya logat bahasa daerah kerap digunakan. PRT pun biasanya gemar bergosip. Lain halnya bila yang berbelanja adalah ibu-ibu yang tinggal tanpa pembantu. Biasanya pelanggan ibu-ibu jauh lebih elegan dan berkomunikasi seperlunya menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam hal ini Bunga selalu tampil sebagai pihak yang banyak bicara. Banyak cerita inspiratif diceritakannya. Mungkin hal tersebut adalah strategi marketing Bunga atau caranya untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

3. Cerdas Membagi Waktu

Menjadi tukang sayur ternyata juga butuh manajemen waktu. Misalnya kapan waktu berbelanja di pasar dan waktu berjualan mesti dipertimbangkan agar mendapat keuntungan besar.

Biasanya penjual sayur keliling belanja di pasar tradisional saat subuh. Tentu tidak boleh terlalu siang. Karena terlambat sedikit saja bisa jadi kehabisan sayuran segar. Sementara setiap pelanggan sudah pasti menginginkan sayuran yang masih segar. Oleh sebab itulah, manajemen waktu penting dikuasai ketika Anda mencoba berbisnis.

4. Kerja Keras Bukan Hal Sia-Sia

Tidak ada yang sia-sia dengan kerja keras. Setiap kerja keras bisa berbuah manis. Seperti cerita tukang sayur Bunga. Berawal dari tukang cuci pakaian, menjadi PRT, hingga pengusaha. Meski berskala kecil alias menjadi tukang sayur keliling, tetapi Bunga bisa memiliki usaha sendiri dan mendapat penghasilan yang cukup baik pula.

Adapun yang membuat kerja keras Bunga terasa indah yakni melakukan setiap hal dengan gembira dan menikmati profesi yang dipilih. Bahkan rutinitas berjualan sayur keliling kompleks membuat tubuhnya sehat karena hitung-hitung bisa berbisnis sambil berolahraga.

5. Berbisnis Itu Panen Uang

Mungkin sekilas melihat tukang sayur muncul rasa iba. Terlebih saat mendengar cerita Bunga yang mengawali karirnya di Jakarta. Namun, kehidupan Bunga kini jauh lebih baik. Siapa sangka bila menjadi tukang sayur mendatangkan banyak untung.

Sejak bisnis jualan sayurnya berjalan lancar, Bunga bisa menyewa kontrakan yang lebih layak. Bunga tidak pernah kelaparan dan malah bisa berbagi. Lebih mengagetkan lagi ternyata bisnis sayuran keliling yang dilakoni Bunga memberikan keuntungan sebesar Rp 30-40 juta per bulan saat laris-larisnya atau hanya Rp 15-20 juta saat sepi.

Inspirasi dari Profesi yang Kerap Dianggap Remeh, Tukang Sayur Keliling | admin | 4.5